Senin, 04 November 2013

Review (Terios7Wonders) dari Sawarna ke Pulau Komodo




Membaca di VIVA_log tentang lomba review #terios7wonders, aku langsung tertarik mengapa demikian?? Secara kebetulan diantara pemenangnya adalah blogger yang tidak asing lagi Maulana Harris, dia adalah teman bloggerku yang pernah memberi undangan tentang Freelancer. Baiklah disini aku akan mereview perjalanan selama 14 hari bersama Daihatsu Terios “Sahabat Petualang”. 
Tanggal 1 Oktober adalah hari pertama semua peserta MumunLuci, Wira Nurmansyah, Bambang, Puput, Maulana Harris, dan Giri berkumpul di Bellanova Sentul untuk menjelajahi 7 destinasi atau Hidden Paradise di Pulau Jawa hingga Pulau Komodo. Jumlah rombongan yang ikut ada 24 orang terdiri dari 7 orang blogger, 7 orang media, 7 orang driver dan sisanya tim pendukung dari mobil Daihatsu Terios TX terbaru. Kilometernya masih 7 km, jadi semuanya serba 7 oleh sebab itu disebut #terios 7wondes :)    
Setelah melakukan briefing dan berdoa oleh Pak Endi, tepat pukul 08.30 mereka berangkat menuju destinasi pertama yaitu Desa Sawarna, dalam perjalanan menuju wilayah Bayah-Banten tim #terios7Wonder tidak lewat jalur Ciawi dikarenakan macet, melainkan jalan alternatif melalui jalan Cipaku Bogor hingga tembus di daerah Cihideung. Namum tim #terios7Wonders tidak mengalami kesulitan walaupun jalannya sedikit curam dan berliku, dengan Terios TX yang mereka gunakan dapat melibas dengan mudah.
Tepat pukul 12.00 siang mereka tiba di Pelabuhanratu untuk istirahat makan siang dengan menu seafood. Setelah kenyang, perjalanan dilanjutkan dengan pemandangan laut pantai selatan, jalur yang mereka lalui sangat ekstrim dengan tanjakan terjal 45 derajat dan tikungan tajam hampir 180 derajat diperlukan kegesitan pengemudi dengan performa kendaraan Terios TX.
Tanpa terasa setelah menempuh perjalanan sepanjang 180 km dari Sentul-Bogor mereka tiba di Desa Sawarna. Tepat pukul 15.30 tim #terios7wonders menuju pantai Sawarna dengan berjalan kaki sepanjang 800 meter dengan melalui jembatan goyang yang terbuat dari kayu dan melalui rumah penduduk. Satu mahakarya ciptaan Tuhan ada di sini, 2 buah batu layar yang berdiri gagah ditepi pantai dikelilingi karang-karang yang kokoh ditemani dengan deburan ombak sepanjang hari. Subhanallah ciptaan mahakuasa luarrrr biasaaaaaa !!!  
v   
Pada hari ke-2 perjalanan #terios7wonder dilanjutkan, tepat pukul 06.00 pagi dari Sawarna menuju Jogjakarta melalui jalan Cikembar menuju Sukabumi, Cianjur dan masuk tol Padalarang – Bandung – Cileunyi. Rencana semula mereka akan istirahat makan siang di Banjar, namun waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 akhirnya makan siang di Rumah Makan Ampera, Dangdeur – Cileunyi.  
Perjalanan terus berlanjut melalui arah Cilacap, Purwokerto hingga Banyumas. Perjalanan ini sangat melelahkan namum asyik untuk berpetualang hingga tiba di rumah makan Pringsewu Sumpiuh ada kursi pijat elektrik, kesempatan buat melepas lelah sambil menunggu hidangan menghilangkan rasa penat dan pegal dengan memijat dan terapi ikan, kurang lebih 15 menit hidangan sudah tersaji. Ketika jam menunjukkan pukul 21.30 tim #terios7wonder melanjutkan perjalannya melewati kota Purworejo, Sleman dan akhirnya tepat pukul 01.30 dini hari mereka tiba di kota Jogjakarta setelah melalui road trip selama kurang lebih 16 jam. 
Pengen tau perjalanan road trip selama 16 jam yuk … kita intip !!! 
1. Setiap konvoi harus ada leader yang berada paling depan dan sweaper yang mengikuti paling belakang, ini sesuai dengan aturan internasional untuk konvoi sekitar 10 kendaraan. 
2. Setiap kendaraan harus ada alat komunikasi seperti Handy Talk untuk koordinasi antar tim. Menggunakan HT ini semacam petunjuk dari leader kepada para pengikut di belakangnya yang tertinggal di belakang dengan memberikan informasi dan alat ini sangat mengasyikkan karena walau terpisah oleh kendaraan, kita tetap bisa berkomunikasi seperti layaknya berada berdampingan. 
3. Merencanakan waktu perjalanan sangat penting dengan membuat itinerary secara detail seperti jam perjam yang akan ditempuh dan harus diantisipasi juga jalanan macet dan jalanan rusak yang menghambat waktu perjalanan. 
4. Tentukan rute perjalanan yang bisa mencari jalan singkat sehingga tidak menghabiskan waktu diperjalanan dengan menggunakan GPS yaitu untuk mengetahui peta dan lokasi yang dituju seperti https://www.waze.com/ yang cukup lengkap. 
5. Jaga jarak dan tidak boleh sejajar, dalam konvoi wajib menjaga jarak antar kendaraan tidak boleh telalu dekat atau jauh, tolerannya adalah 2 detik. Jadi misalnya jika kendaraan didepan melewati satu tiang dalam waktu dua detik kendaraan kita harus melewati tiang listrik tersebut, sedangkan untuk kendaraan yang tidak boleh sejajar agar kita bisa melihat lebih luas yang ada di depan dan tidak terhalang oleh kendaraan di depan, jadi harus zigzag kecuali urnuk pengambilan gambar atau video. 
6. Gunakan lampu Utama, dengan menggunakan lampu lewat kaca spion kita bisa melihat anggota tim yang ikut dalam konvoi. 
7. Perlu ada toleransi yang tinggi terhadap para pengendara lain, biasanya dalam kovoi kita tidak ingin ada kendaraan lain masuk dalam barisan, namun pengguna jalan bukan hanya milik kita, meraka juga berhak karena sama-sama membayar pajak. 
v   

Tanggal 3 Oktober 2013 adalah hari ke-3 mereka berkumpul di depan hotel Amaris Jogjakarta untuk mengunjungi Desa Kinahrejo di kaki Gunung Merapi. Sebelum berangkat mereka disambut oleh Bapak Sri Mulyono dan diajak keliling dealer Daihatsu Jogjakarta untuk melihat fasilitas yang ada seperti showroom, tempat pengecetan, bengkel dan diberi penjelasan tentang pelayanan dan penjualan Daihatsu di kawasan Jogjakarta karena Terios menjadi produk yang paling diminati. Setelah pengenalan selesai dilanjutkan dengan mengunjungi Desa Kinahrejo-Cangkringan-Sleman. Tiba disana acara penanaman 10.000 pohon yang diadakan oleh Daihatsu dan didukung oleh Pemerintah DIY dan penduduk setempat. Setelah acara seremonial seluruh peserta #terios7wonders mengadakan “Lava Tour” untuk menjelajahi daerah-daerah yang terkena erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu.

v   

Memasuki hari ke-4 perjalanan menuju Malang melalui kota Wonogiri, Pacitan, Trenggalek, Tulung Agung dan Blitar. Kurang lebih 13 jam mereka habiskan waktu di perjalanan namum tidak maraca capek duduk dikendaraan Terios TX karena fitur-fitur Daihatsu dapat diandalkan, mulai dari kenyamanan tempat duduk, perangkat audio, suspensi, hingga keamanan.

Inilah 7 fitur ketangguhan dari Daihatsu Terios “Sahabat Petualang”

1.      Dual SRS Airbag, Daihatsu Terios TX 2013 sudah dilengkapi dual airbag untuk bagian pengemudi dan penumpang disampingnya, fasilitas ini sudah sesuai dengan standar keselamatan ASEAN NICAP.

2.      Anti Lock Braking System (TX AT), untuk mencegah roda terkunci saat terjadi pengereman mendadak, maka kendaraan yang sudah menggunakan sistem ABS ini tidak akan sleep atau ngesot saat terjadi pengereman.

3.      3rd Row Seat Belt, seat belt bukan hanya untuk barisan depan dan tengah saja, tentu dibagian belakang atau bagian tiga juga harus disediakan fitur ini untuk keamanan seluruh penumpang.

4.      Audio & Video Double Din with Aux & USB Connector, dengan adanya audio ini sepanjang perjalanan menjadi tidak membosankan, bisa jiga menggunakan USB dengan lagu yang lebih personal. Selain itu bisa juga menggunakan dari perangkat gadget yang compatible.

5.      3rd Row Headrest, baru kali ini ditemukan adanya headrest atau sandaran kepala hingga baris ketiga, bisanya hanya sampai di baris kedua. Daihatsu Terios TX ini benar-benar memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang tanpa kecuali.

6.      New Style of Interior, untuk Terios TX terbaru hadir dengan dashboard dan jok warna hitam yang elegan dipadukan dengan warna silver.

7.      New Style of Exterior, ada beberapa tambahan eksterior yang cukup mencolok sehingga menambah kegagahan Terios Adventure ini seperti front bumper guard skid plate, side body molding, spare wheel cover, rear spoiler, dan maih banyak lagi.

v   

Sabtu pagi, 5 Oktober 2013 adalah hari ke-5 perjalanan #terios7wonders akan mengunjungi Ranu Pani sebuah danau ranu yang luasnya 4 hektar berada di kaki Gunung Semeru yang merupakan salah satu tempat tinggal suku Tengger. Saat perjalanan mereka melihat penampakan Gunung Semeru dari kejauhan, namun keberadaan Gunung tersebut kadang ada, kadang menghilang, kadang berada di kiri jalan, kadang ada di kanan jalan, hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang berliku-liku.


Hari mulai gelap saat memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selain Ranu Pani ada juga danau lain yang berada dikawasan taman nasional ini yaitu Ranu Kumbolo. Dan akhirnya sekitar jam 7 mereka tiba di Ranu Pani Yang disambut oleh tokoh masyarakat setempat dan langsung disiapkan hidangan santap malam.i Ranu Panikawasan taman nasional ini yaitu Ranu Kumbolog menghilang, kadang berada di Setelah selesai mereka menginap di tenda yang telah disediakan di tepi danau Ranu Pani dan dilanjutkan dengan acara api unggun. Esok paginya begitu indah melihat ketenangan salah satu “surga tersembunyi”, ingin rasanya lebih lama tinggal di tempat ini, namun jadwal sangat padat dan destinasi lain sudah menunggu untuk dikunjungi.

v   

Tepat pukul 10.00 pagi hari ke-6 mereka melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran yang berada di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Selepas magrib mereka sudah memasuki kota Situbondo, untuk mencapai tujuan perlu melintasi jalan sepanjang 12 km yang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dikarenakan kondisi jalannya kurang bagus. Tepat pukul 08.00 malam tiba di pesanggrahan Bekol tempat mereka menginap. Setelah istirahat mereka melakukan safari malam yaitu melihat kehidupan malam para hewan penghuni Baluran. Mereka menyusuri jalan pelan-pelan sambil diterangi oleh senter karena hewan-hewan tersebut akan takut jika mendengar keributan, mereka disana melihat monyet yang sedang bergelantungan, kijang dan burung melintas di depan saat kami berjalan.

v   

Dihari ke-7, waktu masih menunjukkan pukul 05.00 pagi, tetapi langit sudah terang benderang karena kawasan Baluran ini sudah mendekati daerah Waktu Indonesia Bagian Tengah jadi wajar jika waktu paginya lebih terang. Matahari sudah menampakkan sinar, bentuknya yang berwarna jingga memberikan efek indah yang membentuk siluet dari pohon-pohon yang berada di sekitar Tanam Nasional Baluran. Taman Nasional Baluran ini memiliki luas 15.000 hektar, semakin siang semakin panas, matahari memancarkan sinarnya dengan terik kurang lebih sekitar 35-40 derajat, padahal waktu baru menunjukkan pukul 10.00 pagi. Dengan waktu yang terus berjalan akhirnya tim #terios7wonder meninggalkan Baluran untuk menuju destinasi berikutnya yaitu BALI !!!.

v   

Selasa pagi 8 Oktober 2013 tim #terios7wonders memasuki hari ke-8, mereka menginap di hotel Santika Kuta di pulau Dewata. Setelah sarapan mereka siap menuju Pelabuhan Padang Bay untuk menyeberang ke Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok. Sekitar 3 jam mereka sampe di kota Mataram dengan menu makan siang Ayam Taliwang. Setelah makan siang mereka check ini di Hotel Santika untuk beristirahat. Tidak terasa mereka sudah 4 hari menjelajahi destinasi di pulau Jawa mulai dari Sawarna, Kinahrejo, Tengger dan Baluran, tinggal 3 hari destinasi lagi yaitu Sade Rembitan, Dompu dan Pulau Komodo.

v   

Memasuki hari ke-9 tim #terios7wonder akan mengunjungi salah satu tempat wisata budaya di Pulau Lombok yaitu Desa Sade Rembitan yang berada di kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Untuk mencapai desa ii cukup mudah, tidak jauh dari kota Mataram dan berada di jalan utama menuju Pantai Kuta Lombok. Saat memasuki desa, mereka disambut Gendang Belik yang merupakan sambutan selamat datang bagi para pengunjung suku sasak ini. Setelah disuguhi beragam tarian mereka diajak berkeliling desa yang terdiri dari 150 rumah dengan penghuni sekitar 750 orang, semuanya merupakan keturunan susu sasak dan sudah hidup secara turun temurun hingga 15 generasi. Satu yang masih tetap di pertahankan hingga kini adalah kebiasaan wanita agar bisa menenun kain, jika seorang wanita tidak bisa menenun maka dia tidak boleh menikah, oleh sebab itu di setiap rumah banyak dijual hasil tenunan mereka dan bisa dibeli oleh para pengunjung yang datang ke desa Sade.

Dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Pintar Bersama Daihatsu tim #terios7wonders memberikam bantuan buku untuk perpustakaan sekolah di Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan. Setelah itu tim bergerak menuju tempat yang indah, untuk menempuhnya perlu waktu 2 jam dari Mataram menuju Pantai Pink yang berada di Desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Tempat ini jauh dari keramaian bahkan listrikpun tidak ada. Prioritas untuk pengembangan pariwisata ke depannya adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan menyediakan akomodasi untuk para pengunjung.

Perjalanan dilanjutkan untuk mengunjungi Pantai Selong Belanak- Lombok Tengah. Untuk mencapai pantai ini harus melewati bukit-bukit tandus dan jalanan yang berliku dan tempat ini cukup terpencil. Setelah hari gelap mereka meninggalkan Pantai Selong Belanak untuk melanjutkan wisata berikutnya yaitu wisata kuliner di Warung Benega – Senggigih – Lombok.

v   

10 Oktober 2013 adalah hari ke-10 perjalanan tim #terios7wonders, mereka check out dari Hotel Santika Mataram menuju dealer Daihatsu Mataram tepat pukul 08.00 WITA untuk berpamitan dan mengucapkan terima kasih karena sudah melakukan service terhadap 7 Daihatsu Terios. Setelah itu tim sahabat petualang bergerak menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dengan naik ferry menuju Pelabuhan Pototano-Sumbawa. Dalam waktu 1,5 jam tiba di Pulau Sumbawa untuk segera beristirahat di rumah makan sederhana. Hingga menjelang malam mereka berhenti untuk istirahat di lapangan sepakbola, disana banyak sekali anak-anak sedang bermain. Pemandangan di sekitar lapangan tersebut sungguh menakjubkan seperti ada sebuah bukit yang diselimuti oleh awan, ada juga seekor kuda liar yang sedang makan rumput dan sebuah sunset indah dibalik bukit. Kurang lebih 200 km perjalanan merekadi tempuh dan akhirnya tiba di Kota Dompu. Tepat pukul 22.00 mereka tiba di penginapan Hotel Aman Gati menuju cottage masing-masing.

v   

Pada hari ke-11 suara ombak telah membangunan mereka untuk beranjak dari tempat tidur melihat sebuah pemandangan indah di belakang cottage yang terkenal dengan ombak Lakey Beach cocok untuk surfing, namun mereka tidak dapat mengeksplorai keindahan Dompu karena harus segera check out. Tim #terios7wonders melanjutkan perjalanannya, lokasi pertama adalah Desa Palama Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Saat memasuki desa Palama, jalur jalan cukup sempit dan berliku namun ketangguhan Daihatsu Terios bisa mengatasinya dengan mudah. Desa Palama ini penduduknya berternak kuda liar, jadi mereka memeliharanya dan setiap pagi dilepas untuk mencara makan sendiri seperti kambing atau ayam. Setelah sore hari mereka mampir di salah satu penduduk untuk memerah susu kuda liar, ternyata susu kuda liar itu enak rasanya seperti santan tapi encer dan tidak bau anyir seperti susu sapi. Kemudian tim #terios7wonder melanjutkan perjalanannya menuju kota Bima. Pemandangan laut dan pantai cukup menghibur sejauh mata memandang hingga menjelang memasuki kota Bima. Tim #terios7wonders di jemput oleh 20 Daihatsu Feroza Club Bima untuk mengawal sampai kota Bima dengan spanduk khusus. Dikarenaka dikejar jadwal kapal ferry dari Pelabuhan Sape menuju Pelabuhan Bajo, terpaksa mereka meninggalkan Daihatsu Feroza Club. Tiba di Pelabuhan Sape mereka berpisah 6 Daihatsu Terios akan kembali ke Jakarta, sedangkan 1 Daihatsu Terios akan berlanjut ke Pulau Komodo.

v   

Pada hari ke-12 suara ombak telah membangunkan mereka untuk segera berkemas check out dan bergegas menuji Pantai Pede yang berada di bagian belakang Hotel Luwansa, Labuan Bajo. Fasilitas disini ada kolam renang tepi pantai  dengan pemandangan pasir bersisik, ada cafĂ© tepat di bibir pantai untuk sarapan karena meraka harus berkumpul di lobby untuk briefing sebelum mulai aktifitas. Tim Daihatsu, Media dan Blogger dibagi menjadi 2 kelompok dan menggunkan 2 kapal phinisi yang berbeda untuk menuju lautan Pulau Komodo. Sebelum diadakan acara pemberian 7 ekor kambing untuk kurban dari tim Daihatsu #terios7wonders yang diwakili oleh pengurus mesjid untuk dinikmati oleh masyarakat saat Lebaran Idul Adha- semoga berkah. Kemudian mereka mulai bergerak ke Pelabuhan Bajo.

Kapal Phinisi Playaran adalah sebuah kapal tradisional jenis phinisi yang dilengkapi oleh mesin, saat mesin digunakan layar ditutup. Ada 6 tempat tidur untuk penumpang dan diatasnya ada sundeck untuk melihat pemandangan dan berjemur. Saat yang dinantikan tiba, mereka memulai fundive di perairan sekitar Pulau Bidadari. Semua peserta blogger memulai dengan giant stride yaitu teknik dengan melangkahkan kami dari kapal dan langsung terjun ke laut. Diving berlangsung sekitar 45 menit. Dan mereka akan menginap di tengah laut sekitar Pulau Rinca dan Komodo, namun dibatalkan karena ada pertandingan sepakbola U-19 antar Indonesia melawan Korea Selatan dan akhirnya mereka kembali ke Labuan Bajo.

v   

Pada hari ke-13 saat masih gelap terdengar suara mesin dibunyikan, ternyata masih jam 04.00 dini hari dan tak lama kemudian kapal bergerak pelan membelah laut yang sunyi di Labuan Bajo. Tepat jam 07.00 pagi waktunya bel berbunyi untuk sarapan pagi dan telah sampai di Pulau Komodo. Saatnya kapal “Blue Dragon” tiba, dengan menggunkan boat kecil semua tim merapat ke Pantai Pink, tidak perlu diving untuk melihat keindahannya cukup snorkeling saja. Para blogger diberi 2 pilihan untuk acara berikutnya yaitu mau diving di Manta Spot atau Trekking ke Pulau Rinca?. Akhirnya “Sahabat Petualang” memilih Trekking di Pulau Rinca dan kapal mulai bergerak kembali ke Loh Buaya salah satu spot masuk Taman nasional Komodo di Pulau Rinca. Saat memasuki kawasan Taman Nasional mereka di kawal oleh seorang ranger dan memberikan beberapa informasi dan instruksi jika bertemu dengan komodo. Disana ada 3 ekor komodo di kolong rumah yang sedang istirahat. Merekapun mulai trekking menaiki sebuah bukit, sungguh menakjubkan pemandangan yang indah, pantai yang bergradasi biru, bukit-bukit hijau kecoklatan dan langitpun cukup cerah bersahabat.  Tidak lama kemudian tim #terios7wonders memasuki sebuah kawasan yang disebut sarang Komodo. Ranger mewanti-wanti agar hati-hati. Disana terdapat 4 buah lubang sebesar ban mobil ukuran 17” dan ada 1 komodo yang sedang termenung. Moen yang bagus adalah ketika komodo menjulurkan lidahnya yang panjang atau menguap memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. Setelah puas berkeliling di Taman Nasional dan berhasil menemui sekitar 7 ekor Komodo, mereka kembali ke kapal dan sudah tersaji santai siang. Setelah makan siang mereka menuju ke Pulang Kalong, matahari mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Tak lama kemudian sebuah peristiwa sangat menakjubkan, ribuan bahkan puluhan ribu kalong keluar dari pulau tersebut dan terbang kearah Labuan Bajo. Selanjutnya kapal bersandar di Pelabuhan dan berbaur satu sama lain dan berbagi cerita tentang petualangan di akhir Taman Nasional Komodo hingga larut malam. Sebuah malam penuh kebahagiaan untuk merayakan kesusksesan petualangan #terios7wonders selama 13 hari.

Hari ke-14 adalah usai sudah “sahabat petualang” bersama #terios7wonders, baik blogger, media, driver maupun tim pendukung selama 14 hari telah bersama baik suka maupun duka, semoga kebersamaan ini akan terulang kembali, terima kasih Daihatsu Terios yang telah memberikan kesempatan ini dalam “Sahabat Petualang”

 

5-40 derajat, padahal waktu baru