Membaca
di VIVA_log tentang lomba review #terios7wonders, aku langsung tertarik
mengapa demikian?? Secara kebetulan diantara pemenangnya adalah blogger yang
tidak asing lagi Maulana Harris, dia adalah teman bloggerku yang pernah memberi
undangan tentang Freelancer. Baiklah disini aku akan mereview perjalanan
selama 14 hari bersama Daihatsu Terios “Sahabat Petualang”.
Tanggal 1 Oktober adalah hari
pertama semua peserta Mumun,
Luci, Wira Nurmansyah,
Bambang,
Puput,
Maulana Harris,
dan Giri berkumpul di Bellanova Sentul untuk menjelajahi 7 destinasi atau Hidden
Paradise di Pulau Jawa hingga Pulau Komodo. Jumlah rombongan yang ikut ada 24
orang terdiri dari 7 orang blogger, 7 orang media, 7 orang driver dan sisanya
tim pendukung dari mobil Daihatsu Terios TX terbaru. Kilometernya masih 7 km, jadi
semuanya serba 7 oleh sebab itu disebut #terios 7wondes :)
Setelah melakukan briefing dan
berdoa oleh Pak Endi, tepat pukul 08.30 mereka berangkat menuju destinasi
pertama yaitu Desa Sawarna, dalam perjalanan menuju wilayah Bayah-Banten tim
#terios7Wonder tidak lewat jalur Ciawi dikarenakan macet, melainkan jalan
alternatif melalui jalan Cipaku Bogor hingga tembus di daerah Cihideung. Namum
tim #terios7Wonders tidak mengalami kesulitan walaupun jalannya sedikit curam
dan berliku, dengan Terios TX yang mereka gunakan dapat melibas dengan mudah.
Tepat pukul 12.00 siang mereka tiba
di Pelabuhanratu untuk istirahat makan siang dengan menu seafood. Setelah kenyang,
perjalanan dilanjutkan dengan pemandangan laut pantai selatan, jalur yang
mereka lalui sangat ekstrim dengan tanjakan terjal 45 derajat dan tikungan
tajam hampir 180 derajat diperlukan kegesitan pengemudi dengan performa
kendaraan Terios TX.
Tanpa terasa setelah menempuh
perjalanan sepanjang 180 km dari Sentul-Bogor mereka tiba di Desa Sawarna.
Tepat pukul 15.30 tim #terios7wonders menuju pantai Sawarna dengan berjalan
kaki sepanjang 800 meter dengan melalui jembatan goyang yang terbuat dari kayu
dan melalui rumah penduduk. Satu mahakarya ciptaan Tuhan ada di sini, 2 buah batu
layar yang berdiri gagah ditepi pantai dikelilingi karang-karang yang kokoh
ditemani dengan deburan ombak sepanjang hari. Subhanallah ciptaan mahakuasa
luarrrr biasaaaaaa !!!
v
Pada hari ke-2 perjalanan
#terios7wonder dilanjutkan, tepat pukul 06.00 pagi dari Sawarna menuju
Jogjakarta melalui jalan Cikembar menuju Sukabumi, Cianjur dan masuk tol
Padalarang – Bandung – Cileunyi. Rencana semula mereka akan istirahat makan
siang di Banjar, namun waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 akhirnya makan siang
di Rumah Makan Ampera, Dangdeur – Cileunyi.
Perjalanan terus berlanjut melalui arah
Cilacap, Purwokerto hingga Banyumas. Perjalanan ini sangat melelahkan namum
asyik untuk berpetualang hingga tiba di rumah makan Pringsewu Sumpiuh ada kursi
pijat elektrik, kesempatan buat melepas lelah sambil menunggu hidangan
menghilangkan rasa penat dan pegal dengan memijat dan terapi ikan, kurang lebih
15 menit hidangan sudah tersaji. Ketika jam menunjukkan pukul 21.30 tim
#terios7wonder melanjutkan perjalannya melewati kota Purworejo, Sleman dan
akhirnya tepat pukul 01.30 dini hari mereka tiba di kota Jogjakarta setelah
melalui road trip selama kurang lebih 16 jam.
Pengen tau perjalanan road trip
selama 16 jam yuk … kita intip !!!
1. Setiap konvoi harus ada leader yang
berada paling depan dan sweaper yang mengikuti paling belakang, ini sesuai
dengan aturan internasional untuk konvoi sekitar 10 kendaraan.
2. Setiap kendaraan harus ada alat
komunikasi seperti Handy Talk untuk koordinasi antar tim. Menggunakan HT ini
semacam petunjuk dari leader kepada para pengikut di belakangnya yang
tertinggal di belakang dengan memberikan informasi dan alat ini sangat
mengasyikkan karena walau terpisah oleh kendaraan, kita tetap bisa
berkomunikasi seperti layaknya berada berdampingan.
3. Merencanakan waktu perjalanan sangat
penting dengan membuat itinerary secara detail seperti jam perjam yang akan
ditempuh dan harus diantisipasi juga jalanan macet dan jalanan rusak yang menghambat
waktu perjalanan.
4. Tentukan rute perjalanan yang bisa
mencari jalan singkat sehingga tidak menghabiskan waktu diperjalanan dengan
menggunakan GPS yaitu untuk mengetahui peta dan lokasi yang dituju seperti https://www.waze.com/ yang cukup lengkap.
5. Jaga jarak dan tidak boleh sejajar,
dalam konvoi wajib menjaga jarak antar kendaraan tidak boleh telalu dekat atau
jauh, tolerannya adalah 2 detik. Jadi misalnya jika kendaraan didepan melewati
satu tiang dalam waktu dua detik kendaraan kita harus melewati tiang listrik
tersebut, sedangkan untuk kendaraan yang tidak boleh sejajar agar kita bisa
melihat lebih luas yang ada di depan dan tidak terhalang oleh kendaraan di
depan, jadi harus zigzag kecuali urnuk pengambilan gambar atau video.
6. Gunakan lampu Utama, dengan
menggunakan lampu lewat kaca spion kita bisa melihat anggota tim yang ikut
dalam konvoi.
7. Perlu ada toleransi yang tinggi
terhadap para pengendara lain, biasanya dalam kovoi kita tidak ingin ada
kendaraan lain masuk dalam barisan, namun pengguna jalan bukan hanya milik
kita, meraka juga berhak karena sama-sama membayar pajak.
v
Tanggal 3
Oktober 2013 adalah hari ke-3 mereka berkumpul di depan hotel Amaris Jogjakarta
untuk mengunjungi Desa Kinahrejo di kaki Gunung Merapi. Sebelum berangkat
mereka disambut oleh Bapak Sri Mulyono dan diajak keliling dealer Daihatsu
Jogjakarta untuk melihat fasilitas yang ada seperti showroom, tempat
pengecetan, bengkel dan diberi penjelasan tentang pelayanan dan penjualan
Daihatsu di kawasan Jogjakarta karena Terios menjadi produk yang paling
diminati. Setelah pengenalan selesai dilanjutkan dengan mengunjungi Desa
Kinahrejo-Cangkringan-Sleman. Tiba disana acara penanaman 10.000 pohon yang
diadakan oleh Daihatsu dan didukung oleh Pemerintah DIY dan penduduk setempat.
Setelah acara seremonial seluruh peserta #terios7wonders mengadakan “Lava Tour”
untuk menjelajahi daerah-daerah yang terkena erupsi Merapi tahun 2010 yang
lalu.
v
Memasuki hari
ke-4 perjalanan menuju Malang melalui kota Wonogiri, Pacitan, Trenggalek,
Tulung Agung dan Blitar. Kurang lebih 13 jam mereka habiskan waktu di
perjalanan namum tidak maraca capek duduk dikendaraan Terios TX karena
fitur-fitur Daihatsu dapat diandalkan, mulai dari kenyamanan tempat duduk,
perangkat audio, suspensi, hingga keamanan.
Inilah 7 fitur
ketangguhan dari Daihatsu Terios “Sahabat Petualang”
1.
Dual SRS Airbag, Daihatsu Terios
TX 2013 sudah dilengkapi dual airbag untuk bagian pengemudi dan penumpang
disampingnya, fasilitas ini sudah sesuai dengan standar keselamatan ASEAN
NICAP.
2.
Anti Lock Braking System (TX AT),
untuk mencegah roda terkunci saat terjadi pengereman mendadak, maka kendaraan
yang sudah menggunakan sistem ABS ini tidak akan sleep atau ngesot saat terjadi
pengereman.
3.
3rd Row Seat Belt,
seat belt bukan hanya untuk barisan depan dan tengah saja, tentu dibagian
belakang atau bagian tiga juga harus disediakan fitur ini untuk keamanan
seluruh penumpang.
4.
Audio & Video Double Din with
Aux & USB Connector, dengan adanya audio ini sepanjang perjalanan menjadi
tidak membosankan, bisa jiga menggunakan USB dengan lagu yang lebih personal.
Selain itu bisa juga menggunakan dari perangkat gadget yang compatible.
5.
3rd Row Headrest, baru
kali ini ditemukan adanya headrest atau sandaran kepala hingga baris ketiga,
bisanya hanya sampai di baris kedua. Daihatsu Terios TX ini benar-benar
memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang tanpa kecuali.
6.
New Style of Interior, untuk
Terios TX terbaru hadir dengan dashboard dan jok warna hitam yang elegan
dipadukan dengan warna silver.
7.
New Style of Exterior, ada
beberapa tambahan eksterior yang cukup mencolok sehingga menambah kegagahan
Terios Adventure ini seperti front bumper guard skid plate, side body molding,
spare wheel cover, rear spoiler, dan maih banyak lagi.
v
Sabtu pagi, 5
Oktober 2013 adalah hari ke-5 perjalanan #terios7wonders akan mengunjungi Ranu
Pani sebuah danau ranu yang luasnya 4 hektar berada di kaki Gunung Semeru yang
merupakan salah satu tempat tinggal suku Tengger. Saat perjalanan mereka
melihat penampakan Gunung Semeru dari kejauhan, namun keberadaan Gunung
tersebut kadang ada, kadang menghilang, kadang berada di kiri jalan, kadang ada
di kanan jalan, hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang berliku-liku.

Hari mulai gelap
saat memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selain Ranu Pani ada
juga danau lain yang berada dikawasan taman nasional ini yaitu Ranu Kumbolo.
Dan akhirnya sekitar jam 7 mereka tiba di Ranu Pani Yang disambut oleh tokoh
masyarakat setempat dan langsung disiapkan hidangan santap malam.i Ranu Panikawasan taman nasional ini yaitu
Ranu Kumbolog menghilang, kadang berada di Setelah selesai mereka
menginap di tenda yang telah disediakan di tepi danau Ranu Pani dan dilanjutkan
dengan acara api unggun. Esok paginya begitu indah melihat ketenangan salah
satu “surga tersembunyi”, ingin rasanya lebih lama tinggal di tempat ini, namun
jadwal sangat padat dan destinasi lain sudah menunggu untuk dikunjungi.
v
Tepat pukul
10.00 pagi hari ke-6 mereka melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran
yang berada di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Selepas magrib mereka
sudah memasuki kota Situbondo, untuk mencapai tujuan perlu melintasi jalan
sepanjang 12 km yang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dikarenakan kondisi
jalannya kurang bagus. Tepat pukul 08.00 malam tiba di pesanggrahan Bekol
tempat mereka menginap. Setelah istirahat mereka melakukan safari malam yaitu
melihat kehidupan malam para hewan penghuni Baluran. Mereka menyusuri jalan
pelan-pelan sambil diterangi oleh senter karena hewan-hewan tersebut akan takut
jika mendengar keributan, mereka disana melihat monyet yang sedang
bergelantungan, kijang dan burung melintas di depan saat kami berjalan.
v
Dihari ke-7, waktu
masih menunjukkan pukul 05.00 pagi, tetapi langit sudah terang benderang karena
kawasan Baluran ini sudah mendekati daerah Waktu Indonesia Bagian Tengah jadi
wajar jika waktu paginya lebih terang. Matahari sudah menampakkan sinar,
bentuknya yang berwarna jingga memberikan efek indah yang membentuk siluet dari
pohon-pohon yang berada di sekitar Tanam Nasional Baluran. Taman Nasional
Baluran ini memiliki luas 15.000 hektar, semakin siang semakin panas, matahari
memancarkan sinarnya dengan terik kurang lebih sekitar 35-40 derajat, padahal
waktu baru menunjukkan pukul 10.00 pagi. Dengan waktu yang terus berjalan
akhirnya tim #terios7wonder meninggalkan Baluran untuk menuju destinasi
berikutnya yaitu BALI !!!.
v
Selasa pagi 8
Oktober 2013 tim #terios7wonders memasuki hari ke-8, mereka menginap di hotel
Santika Kuta di pulau Dewata. Setelah sarapan mereka siap menuju Pelabuhan Padang
Bay untuk menyeberang ke Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok. Sekitar 3 jam mereka
sampe di kota Mataram dengan menu makan siang Ayam Taliwang. Setelah makan
siang mereka check ini di Hotel Santika untuk beristirahat. Tidak terasa mereka
sudah 4 hari menjelajahi destinasi di pulau Jawa mulai dari Sawarna, Kinahrejo,
Tengger dan Baluran, tinggal 3 hari destinasi lagi yaitu Sade Rembitan, Dompu
dan Pulau Komodo.
v
Memasuki hari
ke-9 tim #terios7wonder akan mengunjungi salah satu tempat wisata budaya di
Pulau Lombok yaitu Desa Sade Rembitan yang berada di kecamatan Pujut, Lombok
Tengah. Untuk mencapai desa ii cukup mudah, tidak jauh dari kota Mataram dan
berada di jalan utama menuju Pantai Kuta Lombok. Saat memasuki desa, mereka
disambut Gendang Belik yang merupakan sambutan selamat datang bagi para
pengunjung suku sasak ini. Setelah disuguhi beragam tarian mereka diajak
berkeliling desa yang terdiri dari 150 rumah dengan penghuni sekitar 750 orang,
semuanya merupakan keturunan susu sasak dan sudah hidup secara turun temurun
hingga 15 generasi. Satu yang masih tetap di pertahankan hingga kini adalah
kebiasaan wanita agar bisa menenun kain, jika seorang wanita tidak bisa menenun
maka dia tidak boleh menikah, oleh sebab itu di setiap rumah banyak dijual
hasil tenunan mereka dan bisa dibeli oleh para pengunjung yang datang ke desa
Sade.
Dalam program
Corporate Social Responsibility (CSR) Pintar Bersama Daihatsu tim
#terios7wonders memberikam bantuan buku untuk perpustakaan sekolah di Pesantren
Almasyhudien Nahdlatulwathan. Setelah itu tim bergerak menuju tempat yang indah,
untuk menempuhnya perlu waktu 2 jam dari Mataram menuju Pantai Pink yang berada
di Desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Tempat ini jauh dari
keramaian bahkan listrikpun tidak ada. Prioritas untuk pengembangan pariwisata
ke depannya adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan menyediakan
akomodasi untuk para pengunjung.
Perjalanan dilanjutkan
untuk mengunjungi Pantai Selong Belanak- Lombok Tengah. Untuk mencapai pantai
ini harus melewati bukit-bukit tandus dan jalanan yang berliku dan tempat ini
cukup terpencil. Setelah hari gelap mereka meninggalkan Pantai Selong Belanak
untuk melanjutkan wisata berikutnya yaitu wisata kuliner di Warung Benega –
Senggigih – Lombok.
v
10 Oktober 2013
adalah hari ke-10 perjalanan tim #terios7wonders, mereka check out dari Hotel
Santika Mataram menuju dealer Daihatsu Mataram tepat pukul 08.00 WITA untuk
berpamitan dan mengucapkan terima kasih karena sudah melakukan service terhadap
7 Daihatsu Terios. Setelah itu tim sahabat petualang bergerak menuju Pelabuhan
Kayangan di Lombok Timur dengan naik ferry menuju Pelabuhan Pototano-Sumbawa.
Dalam waktu 1,5 jam tiba di Pulau Sumbawa untuk segera beristirahat di rumah
makan sederhana. Hingga menjelang malam mereka berhenti untuk istirahat di
lapangan sepakbola, disana banyak sekali anak-anak sedang bermain. Pemandangan
di sekitar lapangan tersebut sungguh menakjubkan seperti ada sebuah bukit yang
diselimuti oleh awan, ada juga seekor kuda liar yang sedang makan rumput dan
sebuah sunset indah dibalik bukit. Kurang lebih 200 km perjalanan merekadi
tempuh dan akhirnya tiba di Kota Dompu. Tepat pukul 22.00 mereka tiba di
penginapan Hotel Aman Gati menuju cottage masing-masing.
v
Pada hari ke-11
suara ombak telah membangunan mereka untuk beranjak dari tempat tidur melihat
sebuah pemandangan indah di belakang cottage yang terkenal dengan ombak Lakey
Beach cocok untuk surfing, namun mereka tidak dapat mengeksplorai keindahan
Dompu karena harus segera check out. Tim #terios7wonders melanjutkan
perjalanannya, lokasi pertama adalah Desa Palama Kecamatan Donggo, Kabupaten
Bima. Saat memasuki desa Palama, jalur jalan cukup sempit dan berliku namun ketangguhan
Daihatsu Terios bisa mengatasinya dengan mudah. Desa Palama ini penduduknya
berternak kuda liar, jadi mereka memeliharanya dan setiap pagi dilepas untuk
mencara makan sendiri seperti kambing atau ayam. Setelah sore hari mereka
mampir di salah satu penduduk untuk memerah susu kuda liar, ternyata susu kuda
liar itu enak rasanya seperti santan tapi encer dan tidak bau anyir seperti
susu sapi. Kemudian tim #terios7wonder melanjutkan perjalanannya menuju kota
Bima. Pemandangan laut dan pantai cukup menghibur sejauh mata memandang hingga
menjelang memasuki kota Bima. Tim #terios7wonders di jemput oleh 20 Daihatsu
Feroza Club Bima untuk mengawal sampai kota Bima dengan spanduk khusus.
Dikarenaka dikejar jadwal kapal ferry dari Pelabuhan Sape menuju Pelabuhan
Bajo, terpaksa mereka meninggalkan Daihatsu Feroza Club. Tiba di Pelabuhan Sape
mereka berpisah 6 Daihatsu Terios akan kembali ke Jakarta, sedangkan 1 Daihatsu
Terios akan berlanjut ke Pulau Komodo.
v
Pada hari ke-12
suara ombak telah membangunkan mereka untuk segera berkemas check out dan
bergegas menuji Pantai Pede yang berada di bagian belakang Hotel Luwansa,
Labuan Bajo. Fasilitas disini ada kolam renang tepi pantai dengan pemandangan pasir bersisik, ada café
tepat di bibir pantai untuk sarapan karena meraka harus berkumpul di lobby
untuk briefing sebelum mulai aktifitas. Tim Daihatsu, Media dan Blogger dibagi
menjadi 2 kelompok dan menggunkan 2 kapal phinisi yang berbeda untuk menuju
lautan Pulau Komodo. Sebelum diadakan acara pemberian 7 ekor kambing untuk
kurban dari tim Daihatsu #terios7wonders yang diwakili oleh pengurus mesjid untuk
dinikmati oleh masyarakat saat Lebaran Idul Adha- semoga berkah. Kemudian
mereka mulai bergerak ke Pelabuhan Bajo.
Kapal Phinisi
Playaran adalah sebuah kapal tradisional jenis phinisi yang dilengkapi oleh
mesin, saat mesin digunakan layar ditutup. Ada 6 tempat tidur untuk penumpang
dan diatasnya ada sundeck untuk melihat pemandangan dan berjemur. Saat yang
dinantikan tiba, mereka memulai fundive di perairan sekitar Pulau Bidadari.
Semua peserta blogger memulai dengan giant stride yaitu teknik dengan
melangkahkan kami dari kapal dan langsung terjun ke laut. Diving berlangsung
sekitar 45 menit. Dan mereka akan menginap di tengah laut sekitar Pulau Rinca
dan Komodo, namun dibatalkan karena ada pertandingan sepakbola U-19 antar
Indonesia melawan Korea Selatan dan akhirnya mereka kembali ke Labuan Bajo.
v

Pada hari ke-13
saat masih gelap terdengar suara mesin dibunyikan, ternyata masih jam 04.00 dini
hari dan tak lama kemudian kapal bergerak pelan membelah laut yang sunyi di
Labuan Bajo. Tepat jam 07.00 pagi waktunya bel berbunyi untuk sarapan pagi dan
telah sampai di Pulau Komodo. Saatnya kapal “Blue Dragon” tiba, dengan
menggunkan boat kecil semua tim merapat ke Pantai Pink, tidak perlu diving
untuk melihat keindahannya cukup snorkeling saja. Para blogger diberi 2 pilihan
untuk acara berikutnya yaitu mau diving di Manta Spot atau Trekking ke Pulau
Rinca?. Akhirnya “Sahabat Petualang” memilih Trekking di Pulau Rinca dan kapal
mulai bergerak kembali ke Loh Buaya salah satu spot masuk Taman nasional Komodo
di Pulau Rinca. Saat memasuki kawasan Taman Nasional mereka di kawal oleh
seorang ranger dan memberikan beberapa informasi dan instruksi jika bertemu
dengan komodo. Disana ada 3 ekor komodo di kolong rumah yang sedang istirahat.
Merekapun mulai trekking menaiki sebuah bukit, sungguh menakjubkan pemandangan
yang indah, pantai yang bergradasi biru, bukit-bukit hijau kecoklatan dan
langitpun cukup cerah bersahabat. Tidak
lama kemudian tim #terios7wonders memasuki sebuah kawasan yang disebut sarang
Komodo. Ranger mewanti-wanti agar hati-hati. Disana terdapat 4 buah lubang
sebesar ban mobil ukuran 17” dan ada 1 komodo yang sedang termenung. Moen yang
bagus adalah ketika komodo menjulurkan lidahnya yang panjang atau menguap
memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. Setelah puas berkeliling di Taman
Nasional dan berhasil menemui sekitar 7 ekor Komodo, mereka kembali ke kapal
dan sudah tersaji santai siang. Setelah makan siang mereka menuju ke Pulang
Kalong, matahari mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Tak lama kemudian sebuah
peristiwa sangat menakjubkan, ribuan bahkan puluhan ribu kalong keluar dari
pulau tersebut dan terbang kearah Labuan Bajo. Selanjutnya kapal bersandar di
Pelabuhan dan berbaur satu sama lain dan berbagi cerita tentang petualangan di
akhir Taman Nasional Komodo hingga larut malam. Sebuah malam penuh kebahagiaan
untuk merayakan kesusksesan petualangan #terios7wonders selama 13 hari.
Hari ke-14
adalah usai sudah “sahabat petualang” bersama #terios7wonders, baik blogger,
media, driver maupun tim pendukung selama 14 hari telah bersama baik suka
maupun duka, semoga kebersamaan ini akan terulang kembali, terima kasih
Daihatsu Terios yang telah memberikan kesempatan ini dalam “Sahabat Petualang”
5-40 derajat, padahal waktu baru